Selamat Jalan Mbah Surip



Rute kehidupan manusia dari penciptaan zaman azali terlahir ke dunia kemudian kita hidup sesudah mati. Kematian akan terus membayangi kehidupan ini, dimanapun kita berada, ia datang tak butuh undangan, datangnya selalu mengagetkan dan tiba-tiba. Dimana pun kita berada maut akan menjemput, meski kita di palung laut terdalam sekalipun, atau di dalam benteng yang kokoh yang tersembunyi, karena itu manusia tidak boleh merasa aman dari ancaman kematian.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ فَمَالِ هَؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? "(an-Nisa:78)

Setiap rute kehidupan yang ditandai oleh nafas dibatasai oleh masanya (ajal). Setiap sesuatu mempunyai ajal yang berbeda-beda ada yang lama dan ada yang singkat, baru saja kita diingatkan oleh kejadian yang menggemparkan bumi Indonesia pada saat sibuk mempersiapkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Urip Aryanto bin Soekotjo tutup usia pada saat beliau lagi naik daun dan lagu yang dirilisnya terkesan jenaka namun hit dengan judul tak gendong kemana-mana.

Ajal ada di dalam genggaman Allah, tidak satupun orang mengetahuinya, karena itu Allah-lah yang mnempunyai hak preoregatif dengan ciptaannya yang mulia ini, namun dalam perjalanan hidup yang dipenuhi dengan godaan hal-hal duniawi yang bersifat sementara ini menjadikan kita ragu, meski tidak ragu dalam keyakian tetapi terkadang kita ragu dalam tindakan.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

"Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). "(al-An’am:2)

Semoga arwah beliau digendong oleh malaikat dan diletakkan tepat Di sisi Yang Maha Kuasa. Hampir semua telinga yang mendegarnya tersentak seolah tak percaya, karena dari raut muka dan tawanya yang khas masih lepas mengurai di benak kita masing-masing, namun jika Allah menghendaki semua tidak ada yang tidak mungkin. Beliau dipanggil terlebih dahulu di antara antrian panjang yang berderet, termasuk kita adalah peserta kematian itu sendiri, lambat atau cepat pasti kita juga akan merasakannya.

Hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah bersiap-siap untuk menunggu gilirannya. Jangan sekali kali kita merasa aman dan bisa berlari dari fenomena kematian. Pasntas jika kita selalu di ingatkan :”jangan mati kecuali dalam keadaan Islam”, karena kematian itu datangnya tiba-tiba maka keislamannya harus selalu konsisten dan terus ada dalam genggaman hati. Kapan pun kita mati kita sudah siap. Intinya buan kita yang mengunjungi kubur tetapi kubur akan mengujungi kita
Selamat jalan semoga berbahagia...mbah

spyyudhaz

Tulisan Terkait

Comments :

0 comments to “Selamat Jalan Mbah Surip”


Poskan Komentar

Terima kasih kepada para sahabat yang telah membaca artikel jaiman ini, komentar dan saran sahabat sangat berharga bagi jaiman. Semoga komentar sahabat berguna bagi perkembangan blog ini. Terima kasih.....