CYBERCRIME

Sebagaimana di dunia nyata, internet sebagai dunia maya juga banyak mengundangtangan-tangan kriminal dalam beraksi, baik untuk mencari keuntungan materi maupun sekedar untuk melampiaskan keisengan. Hal ini memunculkan fenomena khas yang sering disebut cybercrime (kejahatan di dunia cyber).Dalam lingkup cybercrime, kita sering menemui istilah hacker. Penggunaan istilah ini dalam konteks cybercrime sebenarnya kurang tepat. Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untik memiliki kemampuan penguasaan sistem yang diatas rata-rata kebanyakan pengguna. Jadi, hacker sebenarnya memiliki konotasi yang netral.
Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut sebagai cracker (terjemahan bebas: pembobol). Boleh dibilang para craker ini sebenarnya adalah hacker yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktifitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut ini dikenal sebagai DoS (Denial of Services). Dibandingkan modus lain, DoS termasuk yang paling berbahaya karena tidak hanya sekedar melakukan pencurian maupun perusakan terhadap data pada sistem milik orang lain, tetapi juga merusak dan melumpuhkan sebuah sistem. Salah satu aktifitas cracking yang paling dikenal adalah pembajakan sebuah situs web dan kemudian mengganti tampilan halaman mukanya. Tindakan ini biasa dikenal dengan istilah deface. Motif tindakan ini bermacam-macam, mulai dari sekedar iseng menguji "kesaktian" ilmu yang dimiliki, persaingan bisnis, hingga motif politik. Kadang-kadang, ada juga cracker yang melakukan hal ini semata-mata untuk menunjukkan kelemahan suatu sistem kepada administrator yang mengelolanya. Aktifitas destruktif lain yang bisa dikatagorikan sebagai cybercrime adalah penyebaran virus (worm) melalui internet. Kita tentu masih ingat dengan kasus virus Melissa atau I Love You yang cukup mengganggu pengguna email bebereapa tahun lalu. Umumnya tindakan ini bermotifkan iseng. Ada kemungkinan pelaku memiliki bakat "psikopat" yang memiliki kebanggaan apabila berhasil melakukan tindakan yang membuat banyak orang merasa terganggu atau tidak aman.
Cybercrime atau Bukan?
Tidak semua cybercrime dapat langsung dikatagorikan sebagai kejahatan dalam artian yang sesungguhnya. Ada pula jenis kejahatan yang masuk dalam "wilayah abu-abu". Salah satunya adalah probing atau portscanning. Ini adalah sebutan untuk semacam tindakan pengintaian terhadap sistem milik orang lain dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari sistem yang diintai, termasuk sistem operasi yang digunakan, port-port yang ada, baik yang terbuka maupun tertutup, dan sebagainya. Kalau dianalogikan, kegiatan ini mirip dengan maling yang melakukan survey terlebih dahulu terhadap sasaran yang dituju. Di titik ini pelakunya tidak melakukan tindakan apapun terhadap sistem yang diintainya, namun data yang ia dapatkan akan sangat bermanfaat untuk melakukan aksi sesungguhnya yang mungkin destruktif. Juga termasuk kedalam "wilayah abu-abu" ini adalah kejahatan yang berhubungan dengan nama domain di internet. Banyak orang yang melakukan semacam kegiatan "percaloan" pada nama domain dengan membeli domain yang mirip dengan merek dagang atau nama perusahaan tertentu dan kemudian menjualnya dengan harga tinggi kepada pemilik merk atau perusahaan yang bersangkutan. Kegiatan ini diistilahkan sebagai cybersquatting. kegiatan lain yang hampir mirip dikenal sebagai typosquatting, yaitu membuat nama domain "pelesetan" dari domain yang sudah populer. Para pelaku typosquatting berharap dapat mengeduk keuntungan dari pengunjung yang tersasar ke situsnya karena salah mengetik nama domain yang dituju pada browsernya.
Selain tindak kejahatan yang membutuhkan kemampuan teknis yang memadai, ada juga kejahatan yang menggunakan internet hanya sebagai sarana. Tindak kejahatan semacam ini tidak layak digolongkan sebagai cybercrime, melainkan murni kriminal. Contoh kejahatan semacam ini adalah carding, yaitu pencurian nomor kartu kredit milik orang lain untuk digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Juga pemanfaatan media internet (webserver, mailing list) untuk menyebarkan material bajakan. Pengiriman email anonim yang berisi promosi (spamming) juga dapat dimasukkan dalam contoh kejahatan yang menggunakan internet sebagai sarana. Di beberapa negara maju, para pelaku spamming (yang diistilahkan sebagai spammer) dapat dituntut dengan tuduhan pelanggaran privasi.
Jenis-jenis cybercrime maupun kejahatan yang menggunakan internet sebagai sarana ditengarai akan makin bertambah dari waktu ke waktu, tidak hanya dari segi jumlah maupun kualitas, tetapi juga modusnya. Di beberapa negara maju dimana internet sudah sangat memasyarakat, telah dikembangkan undang-undang khusus yang mengatur tentang cybercrime. UU tersebut, yang disebut sebagai Cyberlaw, biasanya memuat regulasi-regulasi yang harus dipatuhi oleh para pengguna internet di negara bersangkutan, lengkap dengan perangkat hukum dan sanksi bagi para pelanggarnya.
Namun demikian, tidak mudah untuk bisa menjerat secara hukum pelaku cybercrime. Tidak seperti internet yang tidak mengenal batasan negara, maka penerapan cyberlaw masih terkendala oleh batasan yurisdiksi. Padahal, seorang pelaku tidak perlu berada di wilayah hukum negara bersangkutan untuk melakukan aksinya.Sebagai contoh, bagaimana cara untuk menuntut seorang hacker, katakanlah berkebangsaan Portugal, yang membobol sebuah situs Indonesia yang servernya ada di Amerika Serikat, sementara sang hacker sendiri melakukan aksinya dari Australia. Lantas, perangkat hukum negara mana yang harus digunakan untuk menjeratnya? Belum lagi adanya banyaknya "wilayah abu-abu" yang sulit dikatagorikan apakah sebagai kejahatan atau bukan, membuat Cyberlaw masih belum dapat diterapkan dengan efektifitas yang maksimal.

Tulisan Terkait

Comments :

15 comments to “CYBERCRIME”

Hehe. . .seandainya hacker2 di Indonesia didukung sm pemerintah, pasti negara ini makin canggih :D

Cyberlaw di indonesia udah ada belum sob?

NumB3R mengatakan...
on 

iya masalahnya indonesia tu masih nganggep hacker tuh jahat kali ya?? padahal kan beda bedaaaa

mas doyok mengatakan...
on 

Artikel yang sangat menarik...

Ada perbedaan antara Hacker dan Cracker...
Mereka memang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam sistem jaringan komputer dan programming, sehingga mereka dapat dengan mudah menemukan kelemahan dari sebuah sistem.
Perbedaannya terletak pada keinginan atau niat dalam mencari kelemahan sistem tersebut.
Hacker mencari kelemahan sistem untuk diperbaiki, sementara Cracker mencari kelemahan sistem untuk dimanfaatkan atau untuk mengambil keuntungan bagi dirinya, yang tentunya sangat merugikan orang lain dalam hal ini administrator dan seluruh pengguna jaringan.

Jadi kesimpulannya adalah "Say yes to Hacker" but "Say No to Cracker" ^_^

Sukses Selalu...

Blog Kesuksesan Hidup mengatakan...
on 

eh,ya kang...dukung saya donk di Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

sampeyan bisa pasang link ini gk:
http://www.ardi33.web.id/2009/08/kenali-dan-kunjungi-obyek-wisata-di.html di bagian link ato footer kang...
bisa nggak???kalau bisa pakai anchor text Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang yaaa....pliss ya kaaang...

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang mengatakan...
on 

Intinya semua kembali pada pribadi masing asing dimana kalau kita menggunakan kelebihan kita di jalan yang benar dalam hal ini pada basic tehnologi maka akan lebih bijaksana dalam bertindak.Apapun yang namanya kejahatan pastilah akan menyisakan penderitaan pada korban.salam indonesia damai.

×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷× mengatakan...
on 

Wadduhh. .nyari shoutbox tp gak nemu, terpaksa komen disini, xexexe. . .

Cuma mau ksh tau, ada award buat sobat :) http://numb3rblog.blogspot.com/2009/09/indonesian-blogger-award-2009.html

NumB3R mengatakan...
on 

RIP, selamat jalan sobat, semoga diterima disisi Tuhan. Amin.

JOLA76 mengatakan...
on 

Valentin’s day is express approaching links of london across the earth will start stress out about it. Most men, however, delay awaiting the last jiffy to goods their Valentine’s links of london sale. This is because they’re whichever dreamy, languid or don’t have any thoughts to make the day unusual. links of london charms , Valentine’s day is a very painless incident to celebrate. Here are some tips to duck being the average Joe this year! The two most communal gifts on links of london sweetie bracelet day plants and chocolates. These are very common because ladies like chocolate and flora are an image of links of london charm bracelet . It is definitely recommended to give one or, both of these gifts to your female, however, why impede there? baby and flowers certainly the way you feel about your links of London rings. If yes, then maybe this is where you should rest. One of best other idea Links Of London .For example, they, however, give off unimaginable faculty.

Anonim mengatakan...
on 

During the World War II, Art Deco jewellery was ugg sale a very popular style among women. The females started ugg boots wearing short dresses and cut their hair short. And uggs such boyish style was accessorized with Art Deco jewellery. They used cheap ugg boots long dangling earrings and necklaces, multiple bracelets and bold ugg boots uk rings.Art Deco jewellery has harshly geometric and symmetrical theme instead disocunt ugg boots of free flowing curves and naturalistic motifs. Art Deco Jewelry buy ugg boots today displays designs that consist of arcs, circles, rectangles, squares, and ugg outlet triangles. Bracelets, earrings, necklaces and rings are added with long ugg boots outlet lines and curves.One example of Art Deco jewelry is the Art Deco ring. Art Deco rings have ugg mall sophisticated sparkle and bold styles. These rings are not intended for a subtle look, they are meant to be noticed. Hence, these are perfect for people with bold styles.

chunxue mengatakan...
on 

ya memang penting di dunia maya juga ada peraturannya gan,, :)

Eva mengatakan...
on 

Nice post.
Hello older blogger friend.

I hope you still remember me Bizril Blog ™

Aang Bizril mengatakan...
on 

sangat bermanfaat terimakasih..
http://visitmoney.net/?share=25944

Anonim mengatakan...
on 

============================

Keep sharing gan, kunjungi balik yaa..

Bwin368 Agen Judi Terpercaya
Bwin368 Agen Judi Online

Bwin368 Agen Bola Terpercaya
Bwin368 Agen Judi Terbesar

Dewa Bola Online
Dewa Bola

============================

Bwin368 Agen Judi Terpercaya mengatakan...
on 

nice post sob..
article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
maju terus dan sukses selalu...
salam kenal yach...
kunjungi blog saya juga ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
agen situs poker online,poker online terpercaya...
http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com
serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/
di oliviaclub.com poker online uang asli terbaik di indonesia dengan teknologi teraman dan tercanggih.
main dan ajak teman anda bergabung dan dapatkan 20% referral fee dari house commision untuk turnover teman ajakan anda...

cynthia chaniago mengatakan...
on 

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi wwwasianbet77com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : asianbet77@yahoo.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
http://asianbet77.com/

sherlina karina mengatakan...
on 

Poskan Komentar

Terima kasih kepada para sahabat yang telah membaca artikel jaiman ini, komentar dan saran sahabat sangat berharga bagi jaiman. Semoga komentar sahabat berguna bagi perkembangan blog ini. Terima kasih.....